Tuesday, July 21, 2009

Tahukah kamu......


Kunci kemudahan adalah Doa
Kunci Keimanan adalah Mentaati Allah dan Rasul-Nya
Kunci Keberuntungan adalah Ketakwaan
Kunci Kebajikan adalah Kejujuran
Kunci Untuk Senantiasa Tawaddu adalah Bersyukur
Kunci Kelembutan Hati adalah Istigfar, Tilawah, dan senyuman
Kunci Kemenangan adalah Kesabaran

Tahukah kamu kalau orang yang kelihatan begitu tegar hatinya, adalah orang yang sangat lemah dan butuh pertolongan?

Tahukah kamu kalau orang yang menghabiskan waktunya untuk melindungi orang lain adalah justru orang yang sangat butuh seseorang untuk melindunginya?

Tahukah kamu kalau tiga hal yang paling sulit untuk diungkapkan adalah : Aku cinta kamu, maaf dan tolong aku

Tahukah kamu kalau orang yang suka berpakaian warna merah lebih yakin kepada dirinya sendiri?

Tahukah kamu kalau orang yang suka berpakaian kuning adalah orang yang menikmati kecantikannya sendiri?

Tahukah kamu kalau orang yang suka berpakaian hitam adalah orang yang ingin tidak diperhatikan dan butuh bantuan dan pengertian anda?

Tahukah kamu kalau anda menolong seseorang, pertolongan tersebut dikembalikan dua kali lipat?

Tahukah kamu bahwa lebih mudah mengatakan perasaan kamu dalam tulisan dibandingkan mengatakan kepada seseorang secara langsung? Tapi tahukah kamu bahwa hal tsb akan lebih bernilai saat kamu mengatakannya dihadapan orang tsb?

Tahukah kamu kalau kamu memohon sesuatu dengan keyakinan, keinginan kamu tsb pasti dikabulkan?

Tahukah kamu bahwa kamu bisa mewujudkan impian kamu, seperti jatuh cinta, menjadi kaya, selalu sehat, jika kamu memintanya dengan keyakinan, dan jika kamu benar-benar tahu, kamu akan terkejut dengan apa yang bisa kamu lakukan.

Tapi jangan percaya semua yang saya katakan, sebelum kamu mencobanya sendiri, jika kamu tahu seseorang yang benar-benar butuh sesuatu yg saya sebutkan diatas, dan kamu tahu kamu bisa menolongnya, kamu akan melihat bahwa pertolongan tsb akan dikembalikan dua kali lipat.

Kisah tukang cukur "Apakah Tuhan itu ada?"

Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.

Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.

Si tukang cukur bilang,”Saya tidak percaya kalau Tuhan itu ada”.

“Kenapa kamu berkata begitu ?” tanya si konsumen.

“Begini, coba kamu perhatikan di depan sana, di jalanan, cukup untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada”.

Setelah diam sesaat seolah memberi kesempatan pada si konsumen untuk mengerti apa maksudnya, si tukang cukur melanjutkan, “Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada. Mengapa ada yang sakit? Mengapa ada anak-anak terlantar? Mengapa ada yang hidupnya susah? "

Masih dengan menggebu-gebu si tukang cukur melanjutkan kata-katanya, "Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi”.

Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon apa yang dikatakan si tukang cukur tadi, karena dia tidak ingin terlibat adu pendapat.

Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.

Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar (Jawa : mlungker-mlungker – Red), kotor dan brewok, tidak pernah dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.

Si konsumen segera kembali ke tempat tukang cukur tadi dan berkata, “Kamu tahu, sebenarnya di dunia ini tidak ada tukang cukur....!”

Si tukang cukur tidak terima, dia bertanya : ”Kamu kok bisa bilang begitu?”.

“Saya tukang cukur dan saya ada di sini. Dan barusan saya mencukurmu!” jawab si tukang cukur.

“Tidak !” elak si konsumen.

“Tukang cukur itu tidak ada! Sebab jika tukang cukur itu ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana“, si konsumen menambahkan.

“Ah tidak, tapi tukang cukur itu tetap ada!” sanggah si tukang cukur.

“Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri. Kenapa mereka tidak datang kepada saya untuk mencukur dan merapikan rambutnya?” jawab si tukang cukur membela diri.

“Cocok ...!! Saya sangat setuju...!” kata si konsumen. "Itulah point utamanya ! Sama dengan Tuhan."

“Maksud kamu bagaimana?” tanya si tukang cukur tidak mengerti.

Dengan tersenyum si konsumen menjelaskan, "Sebenarnya Tuhan itu ada! Tapi apa yang terjadi sekarang ini? Mengapa orang-orang tidak mau datang kepada-Nya, dan tidak mau mencari-Nya..? Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.”

Si tukang cukur terbengong !!!! Dalam hati dia berkata, “Benar juga apa katanya. Kenapa aku tidak mau datang kepada Tuhan-ku, untuk beribadah dan berdoa, memohon agar dihindarkan dari segala kesusahan dalam hidup ini..?”

Source: internet.

Nasihat sebelum dan sesudah menikah


1. KETIKA AKAN MENIKAH
Janganlah mencari isteri, tapi carilah ibu bagi anak-anak kita Jangan lah mencari suami, tapi carilah ayah bagi anak-anak kita.


2. KETIKA MELAMAR
Anda bukan sedang meminta kepada orangtua/wali si gadis, tetapi meminta kepada TUHAN melalui orang tua/wali sigadis.


3. KETIKA AKAD NIKAH
Anda berdua bukan menikah di hadapan negara, tetapi menikah di hadapan TUHAN


4. KETIKA RESEPSI PERNIKAHAN
Catat dan hitung semua tamu yang datang untuk mendoakan anda, karena
anda harus berfikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf
apabila anda berfikir untuk BERCERAI karena menyia-nyiakan doa mereka.


5. SEJAK MALAM PERTAMA
Bersyukur dan bersabarlah. Anda adalah sepasang anak manusia dan bukan sepasang malaikat.!


6. SELAMA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA
Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak melalui jalan bertabur bunga, tetapi juga semak belukar yg penuh onak dan duri.


7. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA OLENG
Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru semakin erat berpegang tangan


8. KETIKA BELUM MEMILIKI ANAK.
Cintailah isteri atau suami anda 100%


9. KETIKA TELAH MEMIKI ANAK.
Jangan bagi cinta anda kepada (suami) isteri dan anak anda, tetapi cintailah isteri atau suami anda100% dan
cintai anak-anak anda masing-masing 100%.


10.KETIKA EKONOMI KELUARGA BELUM MEMBAIK.
Yakinlah bahwa pintu rezeki / berkat akan terbuka lebar berbanding lurus dengan tingkat ketaatan suami dan isteri


11.KETIKA EKONOMI MEMBAIK
Jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita semasa menderita


12.KETIKA ANDA ADALAH SUAMI
Boleh bermanja-manja kepada isteri tetapi jangan lupa untuk bangkit
secara bertanggung jawab apabila isteri membutuhkan pertolonganAnda.


13.KETIKA ANDA ADALAH ISTERI
Tetaplah berjalan dengan gemulai dan lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.


14.KETIKA MENDIDIK ANAK
Jangan pernah berpikir bahwa orang tua yang baik adalah orang tua yang
tidak pernah marah kepada anak, karena orang tua yang baik adalah orang
tua yang jujur kepada anak ..


15.KETIKA ANAK BERMASALAH
Yakinilah bahwa tidak ada seorang anakpun yang tidak mau bekerjasama
dengan orangtua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh
orang tuanya.


16.KETIKA ADA PIL.
Jangan diminum, cukuplah suami sebagai obat.


17.KETIKA ADA WIL
Jangan dituruti, cukuplah isteri sebagai pelabuhan hati.


18.KETIKA MEMILIH POTRET KELUARGA
Pilihlah potret keluarga sekolah yang berada dalam proses pertumbuhan menuju potret keluarga bahagia.


19.KETIKA INGIN LANGGENG DAN HARMONIS
Gunakanlah formula 7 K

1 Ketakwaan

2 Kasih sayang

3 Kesetiaan

4 Komunikasi dialogis

5 Keterbukaan

6 Kejujuran

7 Kesabaran

Saat harus berganti peran


Manusia memang harus mengalami pergantian fase dalam hidupnya dan manusia juga harus melakukan adaptasi dgn apa yg sedang dijalaninya. Hanya saja butuh waktu tertentu untuk menjalani suatu fase .. Entah itu untuk jangka waktu 2 tahun kurang, 2 tahun kurang lebih sedikit lagi, 5 bulan yang menyiksa, 4 tahun untuk mengembara di dunia antah berantah, 4 tahun untuk menjajal apa yang namanya kehidupan .. Ya itu cuma contoh kasus aja, yang jelas gw juga ga tau itu contoh kasusnya ke siapa.. Jadi kalo ada pihak-pihak yang merasa ,"Eh kok gw banget??" ya asal lo tau aja, berarti lo udah ke GeeR-an.. xixixixixiq…
Topik oi topik…

Ada beragam perasaan juga yang kita alami kalo kita sedang, udah n kudu wajib mengalami yang namanya pindah fase. Ada yang merasa kalau dia makin nyaman dengan situasi yang ada saat ini, dimana dunia serasa lebih indah dan segala sesuatunya mendekati apa yang dia mau. Dan tentu saja ada yang sebaliknya, ada orang yang merasa kalau segala perubahan dalam hidupnya menjadikan dominasi pendukung untuk bunuh diri itu semakin tinggi.. Aduh terlalu serem kayanya kalau bunuh diri, motivasi untuk jadi stress aja lah ya.. Ada juga yang menanggapi cukup dengan perasaan yang lumayan-lumayan aja.. Lumayan bikin sedih, lumayan bikin kesel, lumayan bikin seneng.. Intinya ya bagi dia adaptasi bukan merupakan suatu hal yang sulit.. Cukup dengan dirasakan "agak berat" beberapa saat, dan setelah itu dia bisa kembali normal dengan seimbang tanpa perlu memegang galah di tangannya yang ada 2..

Tapi ya, mungkin ini agak ga tepat banget kalo gw yang ngomong, tapi percaya deh, kadang-kadang omongan gw ada benernya kok dikit..

Posisi,situasi,kondisi, dan peran apapun yang sedang kita jalani, harus tetap kita syukuri adanya.. Harus tetap kita jalani seperti seharusnya.. Baik itu hal yang sesuai dengan perasaan kita, ataupun hal yang benar-benar jauh dari apa yang kita mau.. Terutama ketika kita berada dalam kondisi yang benar-benar tidak menguntungkan.. Tetaplah bertahan, tetaplah berjalan, tetaplah seperti biasa.. Ketika suatu hal yang menyenangkan datang, percayalah kalo gw bilang itu adalah pemberhentian sementara yang sangat menyejukkan dari masalah yang ada dibelakang..

Setiap apapun yang kita lakukan pasti akan mempengaruhi nantinya apa yang akan kita dapatkan.. Termasuk dalam mengambil sikap,menangani dan menghadapi suatu peran,posisi dan lain-lainnya.. Sikap positif yang kita ambil itulah yang niscaya nantinya akan mendatangkan sesuatu hal yang positif pula, dan kita hanya tinggal menunggu waktu..







Saturday, June 20, 2009

Permintaan Orang Tua kepada anaknya kelak

gambar2 di bawah ini semua didedikasikan dari ORANG TUA untuk anaknya tercinta”



































sumber: Kaskus

selagi ada waktu mari kita banggain kedua Orang Tua kita dengan apa yang kita punya dan patut di banggain, sejahat-jahatnya orang tua, biar bagaimanapun mereka yang membuat kita akhirnya ada di dunia. Jangan pernah lelah minta doa dari Beliau, karena doa mereka yang akan mengawali kesuksesan kita..AMIEN

I love.... mamah.. bapa..

Tuesday, June 02, 2009

KEAJAIBAN LABA-LABA


LABA-LABA: SANG INSINYUR AHLI

Setiap orang telah menjumpai makhluk mungil yang disebut laba-laba berkali-kali dalam hidupnya, baik di rumah, di pedesaan, atau di kebun. Tapi, makhluk kecil ini hanya menarik perhatian serius segelintir orang saja, padahal ia adalah salah satu wujud kesempurnaan ciptaan Allah. Kita perlu mengamati laba-laba ini sedikit lebih dekat untuk melihat kesempurnaan ini.


Benang yang Lebih Kuat dari Baja

Yang pertama kali terlintas dalam benak seseorang ketika berpikir tentang laba-laba adalah jaringnya. Ia merupakan keajaiban desain yang memiliki rancangan tersendiri, beserta perhitungan teknik yang menyertainya. Jika kita memperbesar laba-laba menjadi seukuran manusia, jaring yang dianyamnya akan memiliki tinggi sekitar seratus lima puluh meter. Ini sama tingginya dengan gedung pencakar langit berlantai lima puluh.

Andaikan laba-laba sedemikian besar sehingga mampu membuat jaring dengan lebar lima puluh meter, maka jaring ini akan mampu menghentikan pesawat jumbo jet. Jika demikian, bagaimana laba-laba mampu membuat jaring dengan sifat ini? Agar dapat melakukan hal ini, ia pertama kali harus menggambar rancangannya, persis seperti seorang arsitek. Sebab, struktur arsitektural dengan ukuran dan kekuatan seperti ini, mustahil dilakukan tanpa sebuah perancangan. Setelah rancangan dipersiapkan, laba-laba perlu menghitung seberapa besar beban-beban yang akan menempati posisi-posisi tertentu pada jaring, persis layaknya insinyur konstruksi. Jika tidak, jaring ini pasti akan runtuh.

Jika seseorang mengamati bagaimana laba-laba membangun jaringnya, akan ia temukan sebuah keajaiban yang nyata. Pertama-tama, laba-laba melempar benang yang dipintalnya ke udara, lalu aliran udara ini membawanya ke tempat tertentu di mana ia menempel. Lalu pekerjaan konstruksi dimulai. Perlu satu jam atau lebih untuk menganyam sebuah jaring.

Mulanya, laba-laba menarik benang jenis kuat dan tegang dari titik pusat ke arah luar guna mempersiapkan kerangka jaringnya. Ia lalu menggunakan benang jenis kendor dan lengket untuk membuat lingkaran dari arah luar ke dalam. Dan kini perangkap itu telah siap.

Benang yang digunakan laba-laba sama ajaibnya dengan jaring itu sendiri. Benang laba-laba lima kali lebih kuat dari serat baja dengan ketebalan yang sama. Ia memiliki gaya tegang seratus lima puluh ribu kilogram per meter persegi. Jika seutas tali berdiameter tiga puluh sentimeter terbuat dari benang laba-laba, maka ia akan mampu menahan berat seratus lima puluh mobil.
Ilmuwan menggunakan benang laba-laba sebagai model ketika membuat bahan yang dinamakan Kevlar, yakni bahan pembuatan jaket anti peluru. Peluru berkecepatan seratus lima puluh meter per detik dapat merobek sebagian besar benda yang dikenainya, kecuali barang yang terbuat dari Kevlar. Tetapi, benang laba-laba sepuluh kali lebih kuat daripada kevlar. Benang ini juga lebih tipis dari rambut manusia, lebih ringan dari kapas, tapi lebih kuat dari baja, dan ia diakui sebagai bahan terkuat di dunia.

Baja termasuk material paling kuat yang tersedia bagi manusia yang diproduksi dengan sarana industri berat, menggunakan besi, dan dalam tungku bertemperatur ribuan derajat. Ia didesain khusus agar berdaya tahan tinggi, dan digunakan pada konstruksi lebar, bangunan tinggi, dan jembatan. Laba-laba menghasilkan material yang lima kali lebih kuat dari baja, padahal ia tak memiliki tungku pembakaran dan teknologi apapun. Ia adalah makhluk mungil yang tak mampu berpikir. Sungguh suatu keajaiban bahwa makhluk kecil ini mampu menghasilkan benang yang lebih kokoh dari baja, dan menggunakannya untuk membuat bangunan dengan cara yang sama seperti para arsitek dan insinyur.


Dinopsis: Sang Ahli Pembuat Perangkap

Orang umumnya berpikir bahwa laba-laba adalah makhluk yang menggunakan jaring untuk menangkap mangsa. Namun, spesies yang disebut Dinopis ini tidak menunggu mangsanya terperangkap dalam jaring, tapi ia membuat perangkap bergerak. Ia membuat benang khusus dengan membuat dua ratus gulungan per menitnya. Ia lalu merangkaikan benang-benang ini dengan mengikuti suatu pola yang cerdas. Dengan cara ini, sebuah perangkap mematikan pun kini telah siap.

Ia menunggu di tempat yang sering dilalui serangga untuk menyergapnya. Matanya yang tajam mampu melihat gerakan paling lemah sekalipun. Ia lalu membungkus mangsanya dalam jerat khusus. Laba-laba menangkap lebih dari satu mangsa dalam semalam, dan menganyam jaring yang berbeda untuk setiap mangsa. Jaring ini sungguh merupakan keajaiban desain. Mangsa yang tertangkap tidak berkesempatan untuk lolos.

Laba-laba Dinopsis yang baru lahir telah mampu menganyam jaring mungil. Bayi laba-laba ini sudah menjadi insinyur semenjak ia lahir ke dunia. Kehadiran sejumlah laba-laba muda di tempat sempit dapat menimbulkan sedikit masalah, namun pada akhirnya, segalanya mulai membaik. Bayi laba-laba ini akan segera meninggalkan induk mereka untuk membangun sarang mereka sendiri.


Bolas: Sang Ahli Kimia

Metode berburu Bolas adalah satu lagi keajaiban penciptaan. Laba-laba ini menggunakan metode yang unik untuk menarik perhatian mangsanya, yakni ngengat jantan. Ia pun membuat benang yang lebih kuat dari baja dalam tubuhnya. Benang ini terbungkus oleh butiran-butiran lengket.

Ia mengulurkan benangnya dari sebuah pohon layaknya tangkai pancing, melemparkan tali pancing lalu menunggu dengan sabar, persis seperti pemancing. Laba-laba ini memiliki tipuan cerdik untuk menarik perhatian mangsanya. Ngengat betina mengeluarkan hormon feromon untuk menarik ngengat jantan kepadanya. Laba-laba meniru memproduksi aroma ini dan meletakkannya di bagian ujung perangkap.

Ngengat jantan tergoda mendekati perangkap tersebut. Ketika ngengat mendekat, laba-laba segera menggerakkan benang layaknya sebuah jerat. Dengan rangcangan perangkap ini, ia berhasil menangkap mangsanya.

Feromon memiliki formula kimia yang khas, dan hanya ditemukan pada ngengat betina. Kita harus melewati serangkaian tahapan percobaan dalam laboratorium kimia modern jika ingin membuat bahan kimia yang sama.

Jika kita beranggapan bahwa laba-laba menggunakan kecerdasannya sendiri untuk membuat hormon ini, maka ia harus mengikuti tahapan yang sama. Pertama, ia harus mendapatkan ngengat betina dan belajar bagaimana sang betina ini menarik perhatian ngengat jantan. Lalu ia harus mengambil sampel feromon dari ngengat betina. Ia harus mempelajarinya, dan melakukan berbagai uji laboratorium terhadap formula kimia yang ia temukan. Kemudian ia harus melekatkan zat kimia yang dibuatnya pada ujung tali jeratnya. Namun, laba-laba mungil ini tidak memiliki kecerdasan untuk melakukan pekerjaan seperti ini, apalagi keahlian dan laboratorium kimia.

Jadi, bagaimana laba-laba ini mampu meniru membuat feromon, layaknya seorang ahli kimia? Bagaimana ia berpikir untuk menempelkannya diujung benangnya? Pertanyaan-pertanyaan ini menghantarkan kita pada kebenaran yang nyata. Zat kimia feromon, ngengat betina yang memproduksinya dan laba-laba yang menggunakannya untuk berburu, kesemuanya diciptakan oleh Allah. Contoh ini, sekali lagi menunjukkan kesempurnaan ciptaan Allah, Penguasa seluruh alam, dan semua makhluk hidup di dalamnya. Laba-laba muda

Bolas telah mampu membuat tali jeratnya yang pertama kali. Laba-laba ini bahkan lebih kecil dari ujung jari Anda, dan jeratnya lebih kecil dari kepala jarum.


Trapdoor: Si Ahli Pembuat Sensor

Satu spesies lain yang menggunakan teknik sangat cerdas untuk menangkap mangsanya adalah Trapdoor. Berbeda dengan laba-laba lain yang menggunakan jaring, spesies ini menyerang dari dalam tanah. Mula-mula ia menggali liang dalam tanah, kemudian membuat penutup melingkar untuk sarangnya dengan menggunakan benang dan tanah. Ia menempelkan salah satu tepi penutup ini ke tanah seperti engsel.

Ia merentangkan benang-benang ke arah luar dari sarangnya, lalu menyamarkan benang dan pintu masuk ke sarang dengan tanah atau dedaunan. Sistem ini menjadikannya mampu merasakan getaran paling lemah di luar sarangnya, dan langsung menyergap sumber getaran tersebut.

Perangkap yang telah selesai dibuat, dan telah siap digunakan, sama sekali tersamarkan. Dengan demikian, serangga yang mendekatinya tidak merasa curiga, hingga akhirnya ia menjadi mangsa bagi laba-laba. Tapi, bagaimana laba-laba yang tak mampu berpikir dan bernalar, memiliki ide untuk membuat perangkap, dan kemudian menempatkan sensor sensitif di bagian luarnya. Siapakah yang mengajarinya menyembunyikan sarang dengan menyamarkannya seperti bunga di atas tanah? Dan yang lebih menarik lagi adalah kenyataan bahwa setiap laba-laba yang lahir mengetahui teknik berburu dari jenisnya.

Tak diragukan lagi, ini adalah bukti bahwa laba-laba diberi ilham agar dapat membuat jaring dan membangun perangkap. Dialah Allah, Tuhan Seluruh Alam, yang menciptakan makhluk-makhluk ini dengan perilaku mereka yang mengagumkan, dan mengilhami mereka tentang apa yang mereka kerjakan.

Sumber: www.keajaibanlabalaba.com/

Thursday, May 14, 2009

Kisah-kisah yang sangat menginspirasi dari Siti Fatimah Az-Zahra

Banyak kisah-kisah keteladanan yang wajib kita contoh dan terapkan dari Rasulullah-Nabi Muhammad SAW bagi seluruh umat manusia,khususnya umat muslim.Berikut ini beberapa nasihat Rasulullah SAW untuk putrinda kesayangannya,Fatimah az-Zahra.Dari nasihat tersebut terungkap konsep kebahagiaan rumah tangga.

Suatu hari Rasulullah SAW menyempatkan diri berkunjung ke rumah Fatimah az-Zahra.Setiba dirumah putri kesayangannya itu,Rasulullah SAW berucap salam kemudian masuk.Ketika itu didapatinya Fatimah tengah menangis sambil menggiling syair (sejenis gandum) dengan penggilingan tangan dari batu.Seketika itu Rasulullah SAW bertanya,”Duhai Fatimah,apa gerangan yang membuat engkau menangis?.Semoga Allah tidak menyebabkan air matamu berderai.”

Jawab Fatimah,”Wahai Rasulullah…penggilingan dan urusan rumah tangga inilah yang menyebabkan ananda menangis.”

Lalu duduklah Rasulullah SAW disisi Fatimah.Kemudian Fatimah melanjutkan,”Duhai Ayahanda,sudikah kiranya Ayah minta kepada Ali,suamiku,mencarikan seorang jariah (hamba perempuan) untuk membantu ananda menggiling gandum dan mengerjakan pekerjaan rumah?”.

Maka bangkitlah Rasulullah SAW mendekati penggilingan itu.Dengan tangannya,beliau mengambil sejumput gandum lalu diletakkannya dipenggilingan tangan seraya membaca Basmalah.Ajaib..!!,dengan ijin Allah penggilinan tersebut berputar sendiri.

Sementara penggilingan itu berputar,Rasulullah SAW bertasbih kepada Allah SWT dalam berbagai bahasa,sehingga habislah bulir-bulir gandum itu tergiling.”Berhentilah berputar atas izin Allah SWT,” maka penggilingan itupun berhenti berputar.Lalu dengan izin Allah,penggilingan itu berkata-kata dalam bahasa manusia.

“Ya Rasulullah SAW..,demi Allah yang telah menjadikan Tuan kebenaran sebagai Nabi dan Rasul-Nya.Kalaulah Tuan menyuruh hamba menggiling gandum dari timur hingga barat pun niscaya hamba akan gilingkan semuanya.Sesungguhnya hamba telah mendengar dalam kitab Allah SWT,‘Hai orang-orang yang beriman,peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya (dari) manusia dan batu.Penjaganya para malaikat yang kasar lagi keras,yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang dititahkan-Nya dan mereka mengerjakan apa yang dititahkan’.Maka hamba takut ya Rasulullah…kelak hamba menjadi batu dalam neraka.”

Dan bersabdalah Rasulullah SAW,”Bergembiralah,karena engkau adalah salah satu dari batu mahligai Fatimah az-Zahra didalam surga”.Maka bergembiralah penggilingan batu itu,kemudian diamlah ia.Lalu Rasulullah SAW bersabda kepada Fatimah,”Jika Allah SWT menghendaki,niscaya penggilingan itu berputar dengan sendirinya untukmu.Tapi Allah menghendaki dituliskan-Nya untukmu beberapa kebaikan dan dihapuskan oleh-Nya beberapa kesalahanmu,dan diangkat-Nya beberapa derajat untukmu.Wanita yang menggiling tepung untuk suami dan anak-anaknya,Allah SWT menuliskan setiap biji gandum yang digilingnya suatu kebaikan dan mengangkatnya satu derajat”.

Lalu Rasulullah meneruskan nasihatnya,“Wahai Fatimah,wanita yang berkeringat ketika menggiling gandum untuk suaminya..,Allah menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh parit.Wanita yang meminyaki dan menyisir rambut anak-anaknya serta mencuci pakaian mereka..,Allah mencatat pahala seperti orang yang memberi makan seribu orang lapar dan memberi pakaian seribu orang telanjang.Sedangkan wanita yang menghalangi hajat tetangga-tetangganya..,Allah akan menghalanginya dari meminum air telaga Kautsar dihari kiamat”.

Rasulullah SAW masih meneruskan,“Wahai Fatimah,yang lebih utama dari semua itu adalah keridaan suami terhadap istrinya.Jika suamimu tidak rida,aku tidaklah mendoakan kamu.Tidaklah engkau ketahui,rida suami adalah rida Allah SWT,dan kemarahan suami adalah kemarahan Allah SWT?”.

“Apabila seorang wanita mengandung janin,beristighfarlah para malaikat,dan Allah mencatat tiap hari seribu kebaikan dan menghapus seribu kejahatan.Apabila ia mulai sakit hendak melahirkan..,Allah mencatat pahala seperti orang-orang yg berjihad.Apabila ia melahirkan,keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti keadaan saat ibunya melahirkannya.Apabila ia meninggal,tiadalah ia meninggalkan dunia ini dalam keadaan berdosa sedikitpun.Kelak akan didapati kuburnya sebagai taman dari taman-taman surga,dan Allah mengaruniakan pahala seribu haji dan seribu umroh.Dan beristighfarlah seribu malaikat sampai hari kiamat “.

“Wahai Fatimah,wanita yg melayani suaminya dalam sehari semalam dengan baik hati dan ikhlas serta niat yang benar..,Allah SWT menghapuskan dosa-dosanya.Dan Allah SWT akan mengenakannya seperangkat pakaian hijau,dan dicatatkan untuknya dari setiap helai bulu dan rambut ditubuhnya seribu kebaikan.Wanita yang tersenyum dihadapan suaminya,Allah SWT akan memandangnya dengan pandangan rahmat”.

“Wahai Fatimah,wanita yang menghamparkan alas untuk berbaring,atau menata rumah untuk suaminya dengan baik hati..,berserulah para malaikat untuknya,”Teruskanlah amalmu,maka Allah SWT telah mengampunimu dari dosa yang lalu dan yang akan datang.”

“Wahai Fatimah,wanita yang mengoleskan minyak pada rambut dan jenggot suaminya,serta rela memotong kumis dan menggunting kuku suaminya,Allah SWT memberinya minuman dari sungai-sungai surga.Allah SWT meringankan sakaratul mautnya,dan kuburnya akan menjadi taman-taman disurga.Allah SWT akan menyelamatkan dari api neraka,selamat dari titian sirathalmustakim”.

*dari berbagai sumber

Thursday, April 30, 2009

PLERED CERAMICS CITY

Plered is the name of a district at Purwakarta, West Java with a total area of 97,172 ha (or 36.79 square KM-edited). Plered history can not be separated from the history of ceramics and its struggle. Plered region, Cirata, Gandasoli and Citalang are included of city or village in the old Purwakarta Regency. History of Plered and ceramics had been created since Neolitikum period. At the time, there had been residents who came to Cirata alongside Citarum River. 
From the excavation in the Cirata areas are found defection of stone, square ax and pestle of stone, including the stoneware and pot of clay, also found the panjunan (anjun), a place to make ceramics. 
Origin of the name of Plered have various versions: the name of which comes from the period of forced labor when at that time this area became a place of coffee plantation that using a gig drawn by a buffalo (called Palered)to deliver the coffee. The coffee transporter is made from good wood board both for the gig and the cart wheels; it is so strong that can pass through the muddy streets. The Coffee delivery goes in the direction of Cikao Bandung / Jatiluhur and then transported using the raft to the Tanjung Priok goes along the edge Citarum River. (Source: Pokja Klaster Keramik Plered) 
Plered is one of the districts in Purwakarta, West Java Province with a population of approximately 65,172 inhabitants spread in 16 villages. Plered Village has famous as a center of ceramics industry since a long time. Ceramics are produced in addition to domestic market as well as commodity export to foreign country. 
Plered making ceramics is estimated to take place from generation to generation since 1904, so the quality is good and exported to Japan, Netherlands, Thailand, Singapore and other countries. Type of Plered ceramics are gerabah, porcelain and terakota. The number of ceramic Plered home industry is approximately 80 entrepreneurs. It is located at Anjun Village, 13 km from the town of Purwakarta. 









In addition to ceramics, Plered also distinguished with roof tile. 
Thousands of tile dried almost every point in the road, about Citeko Village. Tile-roof tile that is still wet it is dried in order to deliberately dry quickly. Tile-roof tile which is manufactured by dozens of diverse employers, including the type of tile frog, palentang usual, palentang plate, morando, and tile type of turbo.

In addition, there is also Sempur sacred grave. 
Sempur sacred grave is the grave of Mama Sempur, a prominent Islamic religious leader and patriarch, so right now many visitors make a devotional visit to the sacred grave. It is located at Sempur-Plered, 14 km from the town of Purwakarta.







Plered also distinguished with SATE MARANGGI PLERED.
Sate MARANGGI usually made of goat meat or beef. That distinguish maranggi sate with other sate is flavor is made of soy sauce that has a blend taste sweet, sour, spicy and a touch tongue to time to enjoy this special seasoned sate. Blend that tantalize the taste sense this comes as maranggi sate seasoning made from soy sauce, chilli green sauce lahang added a little vinegar (vinegar is made from sugar cane). When presented, soy sauce flavor is equipped with sliced red onion and fresh tomato. Sate maranggi usually served with sticky rice or roasted rice timbel.




Wednesday, April 22, 2009

Jilbab Akhirnya Rubah Sejarah Gedung Putih!



Seorang wanita Muslim pertama ditunjuk untuk sebuah posisi dalam pemerintahan Barack Obama bertemu dengan para pembuat undang-undang pada Senin lalu dan membahas peranannya dalam sebuah dewan kepenasehatan antar agama memberikan harapan-harapan baru di pemerintahan akan memperluas dialog dan pemahaman.

Lesung pipi Dalia Mogahed tampak bersinar di bawah Jilbabnya, penutup kepala Muslim, ketika ia menyapa para staf senat dan para kritikus politik pada sebuah rapat yang diorganisir oleh Asosiasi Kongres para Staf Muslim untuk membahas opini publik Muslim Amerika dalam kebangkitan sebuah survey baru-baru ini.


Warga negara Amerika kelahiran Mesir – yang mengepalai Pusat Gallup Amerika untuk Studi-studi Muslim, sebuah pusat penelitian non-pemerintah yang menyediakan analisis data pengantar dalam pandangn populasi Muslim di seluruh dunia – menjadi wanita Muslim berJilbab pertama yang ditunjuk dalam posisi di Gedung Putih.

“Saya merasa sangat terhormat diberikan kesempatan ini untuk melayani negara saya dengan cara ini,” Mogahed, yang akan menjadi jendela Obama kepada komunitas Muslim Amerika, berkata.

Bulan lalu, Obama menandatangani sebuah perintah eksekutif yang merancang sebuah badan baru di Gedung Putih yang disebut “Office of Religius Partnership” (Kantor Kemitraan Keagamaan) untuk mendukung institusi keagamaan dan memperkuat dialog antar agama dan ikatan kepemerintahan. Kelompok kepenasehatan, terdiri dari 25 keagamaan dan perwakilan sekuler, bertugas melaporkan kepada presiden tentang peranan agama yang dapat dimainkan dalam menyelesaikan masalah sosial dan menujukan kepada masalah-masalah hak-hak warga sipil.

“Kunci ide dari dewan tersebut adalah untuk menepuk ke dalam sebuah energi dan kebijaksanaan dari organisasi-organisasi keagamaan dan para pemimpin yang memfokuskan pada kelompok keagamaan untuk menyelesaikan masalah-masalah umum,” Mugahed menjelaskan.

Mogahed akan memberi penerangan singkat pada Obama tentang apa yang Muslim ingin dari Amerika Serikat dalam sebuah tawaran untuk menciptakan hubungan komunikasi dan gambaran keliru yang benar dari Muslim Amerika.

Kelompok kepenasehatan akan membantu memberi definisi dari masalah-masalah yang berhubungan dengan komponen keagamaan termasuk dampak-dampak dari krisis ekonomi pada kelompok-kelompok minoritas dan fenomena dari keluarga tanpa ayah. Hal ini juga akan meminta untuk mengurangi jumlah aborsi dan memperkuat hubungan antar agama antara Muslim dan Kristen.

Alasan dasar di balik dewan tersebut adalah kerja sama antara keagamaan dan membantu mereka menjadi sebuah kekuatan yang membantu mendorong masyarakat untuk maju,” Mogahed mengatakan. “Tantangan-tantangan kemasyarakatan dibagi oleh semua kelompok-kelompok yang berdasarkan keagamaan dan inilah tugas kami untuk menyatukan mereka melawan tantangan-tantangan umum.”

Mugahed akan tetap melanjutkan pekerjaan tetapnya di Gallup sambil mengabdi sebagai seorang penasehat.

Penunjukan Mugahed datang pada masa kritis yang diberikan oleh arus pasang dari Islamophobia di media dan diantara beberapa siklus akademis.

“Saya sangat senang bahwa Dalia diminta untuk menjadi bagian dari kelompok kepenasehatan ini karena ia mewakili posisi yang unik,” Jihad Saleh Williams, dari Asosiasi Kongres Staf Muslim, menuturkan.

“Selalu terdapat sebuah pertanyaan dari siapa ahlinya? Siapa yang berbicara tentang Muslim? Hal itulah yang terdapat dipikiran para pembuat kebijakan pada umumnya,” Williams mengatakan. “Dalia mengetahui bahwa Komunitas Muslim dan semua yang ia katakan datang dari pekerjaannya di Gallup, yang berdasarkan fakta dan berlawanan dari dengan “para ahli” yang sering kita lihat di TV yang berbicara, tidak berdasarkan fakta, tetapi berdasarkan ideologis. Dalia adalah alternatif yang berdasarkan fakta dari hal tersebut,” ia mengatakan.

Sebagai peneliti senior, dan direktur eksekutif dari Pusat Gallup dengan latar belakang teknikkimia dan administrasi bisnis, Mogahed mengepalai studi-studi tentang opini publik seluruh dunia tentang Muslim. Studi-studinya dan hasil statistiknya telah dikutip oleh media yang menonjol seperti Wall Street Journal, majalah Foreign Policy, Middle East Policy dan the Harvard International Review.

Pada 2008, ia bekerjasama dengan John L. Espito menulis “Who Speaks On Behalf Of Islam? What a Billion Muslims Really Think,” (Siapa yang berbicara atas nama Islam? Apa yang Sebenarnya Milyaran Muslim Pikirkan), studi terbesar dan yang paling komprehensif dari opini publik seluruh dunia tentang Muslim.

Penasehat Muslim pertama yang ditunjuk oleh Gedung Putih tersebut menandai awal dari sebuah kesempatan bagi Muslim untuk dengan serius mengembangkan solusi tantangan-tantangan sosial.

“Muslim Amerika memiliki banyak ide dan harus berpartisipasi dalam perkembangan dari solusi yang menlayani negara mereka dan penting bahwa mereka mendapatkan kesempatan untuk melakukan hal yang sama,” Mogahed mengatakan.

Ia berharap untuk menentang stereotip dari Muslim sebagai ekstrimis dan sumber-sumber dari kegelisahan yang telah bertambah latar belakang dalam beberapa tahun ini dalam kebangkitan dari Amerika Serikat yang menuntun pada perang di dua negara Muslim.

Karena menjadi wanita Muslim pertama di Gedung Putih, Mogahed mengatakan bahwa Jilbab merupakan sebuah non-isu dalam proses perekrutan dan penunjukannya berdasarkan ketertarikan Obama dalam mendengar dari Muslim dan kemampuannya dalam menyediakan informasi tersebut melalui pekerjaannya di Gallup.

“Jilbab bukanlah sebuah permasalahan. Apa yang dicari pemerintahan Obama adalah suara nasehat tentang bagaimana mengajak warga negara Amerika dalam sebuah sebab umum,” Mugahed mengatakan.

Terdapat dua pekerja tetap Muslim baru-baru ini yang dipekerjakan di Gedung Putih, walaupun keduanya tidak memegang posisi politik tingkat tinggi. Bagaimanapun juga, Williams mengatakan bahwa pemerintahan Obama pada umumnya dibelakang penunjukan dan oleh karena itu, komunitas Muslim, seperti kelompok yang lain, telah mengajukan buku-buku rangkuman yang mereka harapkan akan dikonsultasikan sebagai lebih banyak keputusan staf yang dibuat melalui ringkasan tersebut.

Source: SuaraMedia.com

Saturday, April 18, 2009

R.A. Kartini, Emansipasi dan Blog


R.A. Kartini (21 April 1879 - 17 September 1904), putri Raden Mas Sosroningrat, bupati Jepara selama ini disebut sebagai pejuang emansipasi. Sebenarnya, Kartini adalah blogger pertama dan tertua di Indonesia.
Dia kerap mem- posting pemikiran-pemikirannya kepada rekan blogger di Belanda. Kelak, kumpulan postingan Kartini dibukukan oleh J.H. Abendanon dengan judul "Door Duisternis tot Licht" atau lebih dikenal sebagai "Habis Gelap Terbitlah Terang".
ENtah mengapa, ketokohan Kartini yang lokal lebih menonjol dibandingkan dengan pahlawan perempuan smeacam Cut Nyak Dien (Aceh), atau Dewi Sartika (Bandung)? Mungkin itulah kekuatan Blogger. Dia lebih dikenal karena postingannya dibaca lebih banyak orang, meski karyanya tidak terlalu bergaung...
Perayaan hari R.A. Kartini yang selalu dilakukan dalam lingkup nasional dan dalam berbagai tingkatan umur, memicu rasa ingin tahu saya sejak masih duduk di bangku SD mengenai siapakah sebenarnya R.A. Kartini. Motivasi awal saya mempelajari sosok ini didorong oleh rasa penasaran untuk mengetahui apa sajakah yang dilakukannya, yang membuat banyak siswi TK dan SD harus mengenakan busana kebaya yang menjadi busana nasional Indonesia pada acara perayaan hari kelahiran beliau. 
Proses pembelajaran saya mengenai R.A. Kartini ternyata tidaklah pendek. Dimulai ketika mendengarkan riwayat R.A. Kartini yang disampaikan ibu dan guru saya ketika saya belum lancar membaca, membaca biografi pahlawan Indonesia yang memuat R.A. Kartini di dalamnya, sampai mengikuti kajian mengenai perjuangan R.A. Kartini pada kajian pemberdayaan perempuan ketika sekolah dulu. Proses pembelajaran tersebut akhirnya membawa saya mengerti siapakah sosok R.A. Kartini itu. Kesimpulan yang saya peroleh, R.A. Kartini memang seorang perempuan yang luar biasa, sosok yang lebih maju daripada perempuan pada umumnya di zaman ketika beliau hidup. Hal ini terlihat dari cara beliau menuturkan pemikirannya, sikap dalam menjalani hidup serta tindakan nyata yang dilakukannya dalam menjawab permasalahan sosial. 
Setidaknya terdapat empat hal menarik yang saya temukan dalam karakter R.A Kartini pada proses pembelajaran makna perjuangan beliau. Pertama, Bagaimana R.A. Kartini dapat mengemukakan pikirannya dengan lugas dan cerdas. Hal terlihat pada contoh bagaimana R.A. Kartini dapat menyampaikannya dengan baik bahwa budaya bangsawan Jawa yang kaku menghalangi kemajuan perempuan Jawa. Cara penyampaiannya yang cerdas menarik banyak simpati publik terutama pihak pemerintah Belanda yang sedang melakukan kebijakan politik etis. 
"Sesungguhnya adat sopan santun kami orang Jawa amatlah rumit. Adikku harus merangkak bila hendak berlalu di hadapanku. Kalau adikku duduk di kursi saat aku lalu, haruslah segera ia turun duduk di tanah dengan menundukkan kepala sampai aku tidak kelihatan lagi. Adik-adikku tidak boleh ber-kamu dan ber-engkau kepadaku. Mereka hanya boleh menegur aku dengan bahasa kromo inggil (bahasa Jawa tingkat tinggi). Tiap kalimat yang diucapkan haruslah diakhiri dengan sembah.
Berdiri bulu kuduk bila kita berada dalam lingkungan keluarga bumiputera yang ningrat. Bercakap-cakap dengan orang yang lebih tinggi derajatnya harus perlahan-lahan sehingga hanya orang yang di dekatnya sajalah yang dapat mendengar. Seorang gadis harus perlahan-lahan jalannya,langkahnya pendek-pendek, gerakannya lambat seperti siput. Bila berjalan agak cepat dicaci orang, disebut kuda liar"
Surat Kartini kepada Stella, 18 Agustus 1899
Sikap asertif dan kemampuan R.A. Kartini menyampaikan ide dengan baik ini juga terlihat dalam keberhasilannya di kemudian hari, membuat suaminya mengerti apa yang dia perjuangkan, sehingga ide membuka sekolah baru untuk perempuan setelah beliau menikah tidak hanya disetujui tetapi juga didukung penuh oleh suaminya. 
Kedua, R.A. Kartini memiliki jiwa kepemimpinan dan kepedulian sosial yang sangat tinggi. Di tengah ketidakberdayaan perempuan pada zamannya, R.A. Kartini tidak jatuh pada hidup yang meratapi nasib melainkan menjawab permasalahan dengan membuka sekolah untuk perempuan. Walaupun sekarang sudah dikatakan zaman modern, tapi saya yakin tidak banyak perempuan di Indonesia ataupun di belahan manapun di dunia yang aktif melakukan inisiatif dalam rangka melakukan perubahan menjawab permasalahan yang terjadi di masyarakat. 
Ketiga, R.A. Kartini memiliki cara berpikir analitis dan strategis. Beliau dapat membaca situasi sosial masyarakat, dalam hal ini dapat melihat bagaimana pengaruh bangsawan dalam melakukan aksi nyata menuju arah yang lebih baik. Seperti yang dikatakannya bahwa apabila kaum bangsawan melakukan perubahan maka rakyat kecil akan mengikutinya. 
Keempat, R.A. Kartini memiliki pikiran yang terbuka terutama dengan nilai-nilai dunia barat tetapi juga sadar akan identitasnya sebagai manusia Indonesia yang menjunjung nilai ketimuran yang sopan. R.A. Kartini sadar bahwa dirinya berbeda dengan bangsa barat. Hal ini terlihat dengan penuturannya pada kutipan surat beliau berikut ini. 
"Perduli apa aku dengan segala tata cara itu, segala peraturan-peraturan, semua itu bikinan manusia dan menyiksa diriku saja. Kau tidak dapat membayangkan bagaimana rumitnya etiket di dunia keningratan Jawa itu.
Tapi sekarang mulai dengan aku, antara kami (R.A. Kartini, Roekmini & Kardinah) tidak ada tata cara lagi. Perasaan kami sendiri yang akan menentukan sampai batas-batas mana cara liberal itu boleh dijalankan".
Surat R.A. Kartini kepada Stella, 18 Agustus 1899
Idealisme yang diperjuangkan R.A. Kartini (1879-1904) ini telah dinikmati oleh kaum perempuan pada zaman sebelum perang kemerdekaan. Generasi yang lahir pada tahun 1920-an adalah contoh nyata bagaimana R.A. Kartini meningkatkan taraf hidup kaum perempuan Indonesia. Nenek saya (lahir 1923) dan kawan-kawannya memiliki tingkat pendidikan yang baik pada saat itu. Pendidikan terakhir beliau adalah sekolah guru (di atas pendidikan kakek saya yang ”hanya” MULO) yang dalam kegiatan pengajarannya dilakukan dalam bahasa pengantar bahasa Belanda. Nenek saya akhirnya dapat mencapai cita-citanya berprofesi sebagai guru, profesi yang sangat dihormati pada zaman tersebut. Kemudian dalam aspek kehidupan yang lain, nenek saya dan teman-temannya tergabung dalam laskar putri yang juga berjuang dalam perang kemerdekaan, dan pangkat nenek saya adalah Mayor dalam laskar yang dipimpinnya itu. 
Perjuangan dan perjalanan hidup R.A. Kartini telah menjadi sebuah inspirasi unik yang bersifat nasional (bukan hanya sekedar suku Jawa saja) yang membawa perempuan Indonesia menjadi manusia yang utuh, tidak hanya berkontribusi dalam tataran domestik/keluarga besar saja, tapi juga bisa berkontribusi nyata kepada masyarakat. Nenek saya bersama teman-temannya adalah contoh dari perempuan Indonesia yang telah menikmati menjalankan peran utuh sebagai seorang perempuan. Mencintai dan dicintai suami dan keluarganya, setia dan memberikan dukungan penuh kepada suami, melahirkan dan mendidik sebelas anaknya dengan baik, serta tetap memberikan sumbangsihnya kepada masyarakat terutama dalam hal bidang pendidikan dan pengajaran. 
Hal yang baik ini terus diwariskan kepada generasi anak-anak mereka, generasi yang lahir setelah kemerdekaan Indonesia. Selain itu, pada masa awal kemerdekaan Indonesia, perjuangan R.A. Kartini telah membentuk demokrasi Indonesia yang langsung menerima aspirasi perempuan dalam pemilihan umum. Indonesia adalah negara yang memberlakukan hak pilih yang sama antara perempuan dan laki-laki secara langsung pada pemilihan umum pertama setelah kemerdekaan. Sebagai perbandingan, USA memberikan hak pilih kepada warga negara perempuan-nya pada awal abad ke-20, lebih dari seratus tahun setelah kemerdekaannya. 
Kemudian, pada kurun waktu yang lebih kekinian, perkembangan perjuangan R.A. Kartini dapat dikatakan mengalami pergeseran nilai yang justru menjauhi nilai inti perjuangannya. Perjuangan R.A. Kartini telah menjadi komoditi dalam perang pemikiran yang kontraproduktif terhadap penyebaran nilai inti perjuangan R.A. Kartini itu sendiri. Pertama adalah pengkultusan R.A. Kartini yang membuat segala pemikiran yang ditawarkan oleh R.A. Kartini adalah kebenaran, dan kedua, kenyataan bahwa kampanye pemikiran pemberdayaan perempuan yang tidak seimbang. 
Masalah pengkultusan R.A. Kartini ini terlihat dengan banyaknya buku ataupun artikel. Hal tersebut sangatlah terlihat dalam kumpulan surat R.A. Kartini yang ”utuh”. Sebagai contoh, banyak pihak yang mempertanyakan mengapa R.A. Kartini akhirnya menerima poligami, padahal di awal kumpulan surat-suratnya beliau sangat menentang praktik tersebut. Fakta ini juga sejalan dengan kenyataan bagaimana R.A. Kartini mempertanyakan pada awal surat-suratnya mengapa harus membaca kitab suci agamanya tanpa tahu artinya, tapi pada surat beberapa tahun berikutnya menyatakan bahwa R.A. Kartini akhirnya bisa memahami arti kitab suci tersebut, yang mana surat terakhir tersebut di bawah ini, tidak pernah ada dalam buku Habis Gelap terbitlah Terang. 
"Kyai, selama hidupku baru kali inilah aku sempat mengerti makna dan arti surat pertama dan indukAl-Quran yang isinya begitu indah menggetarkan sanubariku. Maka bukan buatan rasa syukur hati aku kepada Allah SWT. Namun aku heran tak habis-habisnya, mengapa selama ini para ulama kita melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al-Quran dalam bahasa Jawa? Bukankah Al-Quran itu justru kitab pimpinan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?"
"Sudah lewat masanya, tadinya kami mengira bahwa masyarakat Eropa itu benar-benar satu-satunya yang paling baik, tiada taranya. Maafkan kami, tetapi apakah ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah ibu menyangkal bahwa di balik hal yang indah dalam masyarakat ibu tedapat banyak hal-hal yang sama sekali tidak patut disebut sebagai peradaban?"Surat R.A. Kartini kepada Ny. E.E. Abendanon, 27 Oktober 1902
Kemudian terkait dengan kampanye pemberdayaan perempuan di Indonesia yang tidak berimbang, kenyataan bahwa banyak artikel dan buku yang dalam menjelaskan alasan di balik perlunya pengembangan perempuan adalah karena perempuan merupakan korban penindasan laki-laki. Hal ini juga didukung oleh pemaparan data-data mengenai kekerasan rumah tangga, sehingga secara implisit ada penyampaian pesan sebaiknya perempuan tidak menikah karena akan menyiksa dirinya sendiri dan memperlambat kemajuan eksistensi sosialnya. Di sini R.A. Kartini kembali dijadikan komoditi dalam mempromosikan ideologi radikal tersebut dengan mengutip analisa bahwa akhirnya R.A Kartini kalah dalam tekanan sosial dan pasrah dengan kenyataan menerima poligami. Padahal dari kumpulan tulisannya dapat kita temukan bahwa ketika R.A. Kartini menikah beliau tetap berkontribusi ke masyarakat melalui pendirian sekolah yang didukung penuh oleh suaminya, serta juga melakukan tugas paling mulia sebagai perempuan dengan melahirkan putranya. 
"Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak-anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjalanan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya : menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama".
Surat R.A. Kartini kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1902
Mengembalikan nilai inti perjuangan R.A. Kartini dengan meneladani perbuatan luhurnya dalam memperbaiki kondisi sosial, meneladani sikap hidup yang bijak, serta tentunya menerapkan ”karakter R.A. Kartini” dalam kehidupan sehari-hari, bukan dengan melakukan debat ”ideologis” mengenai masalah pemberdayaan perempuan. Dengan demikian perjuangan R.A. Kartini dalam meningkatkan martabat perempuan Indonesia pada khususnya dan martabat rakyat Indonesia pada umumnya dapat terwariskan secara terus-menerus di masa depan. 
Referensi : 
1. Ringkasan biografi : http://en.wikipedia.org/wiki/Kartini , www.tokohindonesia.com 
2. Karimah, Asma, Tragedi Kartini : Sebuah Pertarungan Ideologi, Hanifa, Jakarta, 1994 
3. Human Development Report 2005, Woman’s political participation, United Nation 
4. dan sumber-sumber lainnya